WELCOME TO MY WEBLOG !!
Welcome to my personal weblog !! This is a medium for us to keep in touch and share thoughts. I invite everybody especially the art lovers to join my weblog and share the same passion in art. You can also write any issues that you think are interesting. This weblog represents who I am as a human being and what I have accomplished so far and I do hope that I can inspire people through my experience. By inviting you to participate, I am sure that we can inspire and encourage each other in doing best in our lives and brought us closer together as friends.




December 7, 2007 at 10:45 am
Selamat Hon Senato Nyoman Rudana,maju terus memperjuasngkan aspirasi rakyat Bali.keamanan,dlm menyamabut kunjungan wisata 2008 dan UNFCCC delegation serta mensukseskan conf serta hasilnya mengatasi global waming.Nyepi (selent Day)menghentikan seluruh kegiatan satu hari berarti mengurangi emisi gas buang.selamat berjuang senator,semoga sukses
December 7, 2007 at 11:22 am
Dear Mr.Rudana
After looking at your weblog,we are here in Jakarta are little bit jealous with those who lives in Bali,B’cause they have ” MUSEUM RUDANA” in Bali, Pak Rudana we would be very happy if you spread your wings to Jakarta and open the “MUSEUM RUDANA JAKARTA”.
I strongly believe it will get a warm welcome to Jakartas art lovers.
Best RGDS,
Rizal Rinaldy - Pakuwon
December 8, 2007 at 1:19 pm
All the best to Nyoman Rudana & Familly,Merry Christmas & Happy New Year 2008
December 21, 2007 at 3:26 pm
Bapak Nyoman Rudana,
Saya mendukung dan maju terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali. mudah-mudahan melalui perjuangan Bapak, masyarakat bali semakin maju dan mandiri.
“peenet” pikirkan sambil meminumnya
Bayu Antara
December 25, 2007 at 4:17 pm
Om Swastiastu,
Congratulation for weblog. showing at your weblog, . I appreciate for your all dedication to Bali and Indonesia especially Humanity, Arts, Culture and economic.
Marry Christmas & Happy New Year 2008.
Om Shantih, shantih, shantih, Om.
December 25, 2007 at 4:35 pm
Om Swastiastu
Senator Nyoman Rudana would like to thank you very much to all my weblog appreciator. on this opportunity I wish all of you “Merry Christmas & Happy New Year”
Om Shantih, shantih, shantih, Om
Senator Nyoman Rudana
December 25, 2007 at 4:46 pm
Om Swastiastu,
Congratulation for weblog. I read all and I know you have done more thank what you showing at your weblog, especially Humanity, Arts, Culture and economic. I appreciate for your all dedication to Bali and Indonesia.
I alway support you.
Happy New Year 2008.
Om Shantih, shantih, shantih, Om.
December 26, 2007 at 2:26 pm
Selamat dan Sukases atas weblog baru. Saya selalu mengikuti dan kali ini saya sampaikan beberapa hal terutama bidang paeriwisata supaya diperjuangkan dan kunjungannya agar meningkat terus. Keamanan supaya kondusif, seni budaya biar lestari. “Terus maju, berjuang dan tetap mengabdi, lokal, nasional dan internasional dan saya siap mensupport”.
Selamat Tahun Baru 2008
Robby
December 28, 2007 at 9:49 am
Senator, Nyoman Rudana.
Salam sejatera, Selamat Tahu Baru 2008
Selamat dan sukses selalu dengan hadirnya weblog barunya, sabagai media interaksi memperjuangkan aspirasi partisipasi masyarakat yang terwakili.
Kita mencoba mencerdaskan masyarakat dengan mengembangkan sarana pendidikan, dengan modal pendidikan kita bangkit dan maju
kami siap bekerjasama dan saling mendukung.
sekali lagi selamat senator, anda pilihan rakyat.
Taufiq Rachman
December 28, 2007 at 12:40 pm
Selamat tahun baru senator Rudana,semoga maju terusdan kapan kita nyanyi,vokal lagi bersama kelg besar bapak.
sampai jumpa
January 2, 2008 at 8:06 am
Dear Senator Rudana,
Thank you for your warm wishes. It is also great to learn about your blog. I look forward to visiting it often.
I would like to wish you and your family a healthy and prosperous 2008
Regards,
Nino Saviano
January 9, 2008 at 3:06 pm
Dear Mr Nyoman Rudana,
Sukses selalu untuk Bapak yang selalu concern dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan daerah Bali.
Regard,
Andri Ardianto
January 15, 2008 at 10:32 pm
Selamat dan sukses buat bapak Rudana. Saya sangat bangga dengan kinerja bapak dalam mengangkat pamor pariwisata indonesia. jangan pernah berhenti untuk berkarya pak. MAJU TERUS DAN SUKSES!!!
January 18, 2008 at 3:08 pm
Selamat dan sukses sonator Rrudana
juga bertemu pemimpin rep Mimpi,aku lihat ,www.senatorrudana.com
selamat congress di Auckland,demi RI lebih damai,bersatu,maju
DORA
January 22, 2008 at 5:40 am
Salam sukse untuk Pak Rudana yang saat ini sedang mengikuti conference di Auckland. Semoga dengan segala upaya Bapak melalui Museum Rudana & Rudana Fine Art Gallery-nya bisa mensukseskan program Visit Indonesia Year 2008. Saya juga mendoakan semoga kondisi kepariwisataan di Bali semakin kondusif lagi agar bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi.
Terus berjuang untuk Bali dan Indonesia ya Pak….
January 25, 2008 at 7:51 pm
its very nice to abroad with Hon. Nyoman Rudana dalam acara Asia Pacific Parliamentary Forum Meeting ke 16 di Auckland, New Zealand. Banyak hal yang telah didiskusikan untuk pengembangan DPD RI secara kelembagaan. Disini beliau mengikuti acara dengan sangat serius dan banyak memberikan kontribusi terhadap resolusi usulan delegasi Indonesia. Disamping itu, beliau tetap mempromosikan Pulau Bali sebagai tujuan pariwisata. Hidup senator dari bali, dan Bali terus maju. visit Bali every year. keep forward pak.
February 29, 2008 at 4:06 pm
Dear Senator Rudana,
I like your weblog, it’s clean, friendly, and has a beautiful aura of Bali.
I went to your museum 2 weeks ago, and saw the master piece of the 8 Indonesian modern master, It was amazing, they are astonishing me. It was the first time for me seeing the masterpiece of Nyoman Gunarsa, Sunaryo, Srihadi, and Made Wiante, hanging side by side in one room, never before.
Salut to Museum Rudana.
Good Luck.
March 26, 2008 at 9:46 am
Om Swastiastu Bpk Rudana,
Selamat dan sukses selalu buat bapak dan tetap berjuang untuk Bali.
Om Shantih, shantih, shantih, Om
April 23, 2008 at 4:23 pm
Slmt buat pak Rudane. Smg semakin produktif
April 23, 2008 at 6:18 pm
Om Swastiastu,
Thanks for your attention during our stay in Bali. Jangan kapok, next time we do it again. Ga usah jauh jauh, cukup ke Kebun Binatang aja, karena ada binatang langka yang keluar dari kandangnya.
Belik adalah teman terbaik yang kukenal di STIA LAN. Semoga kita bisa selalu membina kekompakan di dalam kelas. Bapak sebagai tokoh sentral di kelas, harus bisa menjadi panutan bagi kawan - kawan.
Waktu aku lihat film pendek sejarah RAM, dari muda sampai tua, ternyata, lebih keren sekarang dari dulu, maklum, sudah dipoles………
Boleh pinjam DVD nya ?
Btw, mungkin kita bisa membuat film dokumenter, dimana Belik sekeluarga sebagai pemeran utamanya, dimana Belik sebagai tokoh yang berwawasan kebangsaan, yang bergerak di bidang seni. Saya ingin mempromosikan Belik sebagai orang yang berdedikasi tinggi terhadap pariwisata dan pembangunan karakter dan pekerti bangsa.
Sukses selalu dalam kuliah dan mengemban amanat rakyat.
April 25, 2008 at 11:44 am
Selamat Siang Pak Senator..
Kesan pertama begitu menggoda, mungkin itu yang ada dalam benak saya. Saya hanya pengunjung weblog biasa, namun agak terkejut dengan sosok Bapak. Seorang Senator yang mencintai seni. Anggota dewan mencintai seni?? Ada, namun jarang pada saat ini, sepengetahuan saya. Anggota dewan mungkin menganggap kehidupan politik adalah segala-galanya, namun ketika melihat ulasan dan content weblog ini, rasanya Bapak bukan orang yang biasa-biasa saja, yang hanya mencari popularitas sebagai anggota ’dewan’ yang terhormat, Bapak mungkin seorang seniman murni. Itu pandangan awal saya melihat weblog ini.
Rasa penasaran saya kembali mengalir, untuk melihat siapa Bapak Senator yang satu ini. Ternyata pencarian tak sia-sia, saya cari di search engine, muncul http://www.senatorrudana.com/, dan kebenaran saya nyata terbukti. Bapak seorang Seniman murni yang peduli dengan perkembangan dan kemajuan Provinsi Bali. Muncul keyakinan saya bahwa Bapak bukan hanya menginginkan jabatan, popularitas, tahta. Karena seyogyanya semua itu sudah Bapak dapatkan meski tidak menjadi seorang senator sekalipun.
Mudah-mudahan penilaian saya salah, karena inilah kali pertama saya membuka weblog dan website Bapak. Mudah-mudahan saya bisa mengenal Bapak lebih jauh lagi. Saya jadi teringat kepada sosok seorang Soekarno yang notabene tidak terlalu jauh berbeda dengan Bapak. Seorang negarawan namun seorang seniman pula. Soekarno adalah manusia multidimensi. Beliau menamakan dirinya sebagai seorang pencinta. Beliau mencintai negerinya, mencintai rakyatnya, mencintai wanita, mencintai seni dan lebih dari semua itu ia adalah seorang yang mencintai dirinya sendiri. Beliau seorang yang berperasaan halus: menarik nafas panjang di saat melihat hamparan pemandangan yang indah, dan menangis di kala mendendangkan lagu spiritual bangsa kulit hitam. Namun pada saat yang lain, beliau juga bisa hadir sebagai manusia yang bersikap keras.
”Seni wujud nilai manusiawi, rasa artistik, kepekaan, kebutuhan primata membentuk masa depan dunia dengan taburan cinta kasih, perdamaian, kemakmuran.
Dengan spirit seni semua lebih abadi.” (dikutip dari senatorrudana.com) sangat Cantik, lembut dan To the Point
Ingin rasanya saya bisa mengenal Bapak lebih jauh. Belajar tentang arti kehidupan, negara, politik, seni dan keindahan. Mudah-mudahan satu hari nanti, saya bisa bertemu dengan Bapak dan belajar banyak dari Bapak.
Meskipun belum mengenal Bapak, besar harapan saya bagi bapak untuk senantiasa berkarya, berjuang dan berdedikasi bagi Republik ini. Semoga Sehat Selalu..
April 27, 2008 at 10:48 pm
Je peut constater que M Rudana est un senateur Indonesien pas comme les autres. Il veut introduire un autre facon de faire la politique. Sa longe cariere dans le monde d’art lui a donne une grande influence notamment dans le point de vue a travers duquel il regard le monde politique. Comme l’art, pour lui la politique est de faire appeller a la paix, a l’amour et a la fraternite. Ainsi, Il veut faire bouger le monde avec la culture et l’amour, comme il dit souvent “la politique est de faire montrer le pouvoir de notre culture, celle priviligeant la fraternite, la tolerance et la spiritualite”. Dans le climat politique d’indonesie aujourdhui, je pense que nous avons besoin des politiciens comme lui